Oleh: Annisa Ardiani, Content Writer Rekata

Dalam sebuah proses penulisan buku, ada berbagai pihak yang berperan selain sang penulis. Salah satunya adalah editor atau penyunting yang bertugas untuk membetulkan tulisan dari penulis mulai dari salah pengetikan atau typo, salah pengejaan, sampai gaya penulisan.

Kalau begitu, apakah seorang penulis tetap perlu menyunting tulisannya sendiri sebelum diberikan kepada editor? Jawabannya, iya! Selain mempermudah pekerjaan editor, tulisanmu juga akan lebih menarik perhatian editor karena nyaman untuk dibaca. Pasti kamu mau dong, tulisan kamu dibaca sampai habis oleh editor?

Mengutip dari tulisan Blake Atwood dalam buku “Self-Editing Basics: 10 Simple Ways to Edit Your Own Book”, salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan mengistirahatkan tulisan. Artinya, kita perlu meninggalkan tulisan kita setelah selesai menulis sebelum mulai swasunting tulisan. Tujuannya adalah agar kita lupa dengan apa yang kita tulis sehingga lebih peka terhadap kesalahan-kesalahan pada tulisan.

Tips Menyunting Tulisan Sendiri atau Swasunting

Selain cara tersebut, kita juga bisa melakukan beberapa cara berikut untuk swasunting tulisan kita:

1. Hindari menulis sambil menyunting

Seperti yang dijelaskan oleh Blake Atwood, kita butuh mengistirahatkan tulisan sebelum menyunting agar lebih peka terhadap kesalahan menulis kita. Karena saat kita sedang proses menulis, kita akan merasa tulisan kita bagus-bagus saja sehingga menjadi tidak efektif proses swasuntingnya.

2. Bacalah setiap kalimat berulang-ulang dan bayangkan bahwa kamu sedang menceritakannya kepada orang lain

Pernahkah kamu merasa membaca sebuah kalimat berulang-ulang dan seketika menemukan kejanggalan dalam kalimat tersebut. Hal ini juga bisa diterapkan saat menyunting. Jika kita hanya membaca satu kali, mungkin saja ada detail yang terlewatkan. Makanya, butuh untuk membaca setiap kalimat beberapa kali sampai kamu bisa membuat orang lain mengerti.

3. Beri tanda pada kalimat yang disunting

Agar memudahkan kita untuk menyunting, bacalah terlebih dahulu secara perlahan dan berikan tanda pada kalimat yang perlu disunting. Kita juga bisa lebih menghemat waktu dengan fokus pada kalimat-kalimat tersebut saja.

4. Periksa kesesuaian kata yang digunakan dengan PUEBI

Penting bagi seorang penulis untuk menulis sesuai dengan standar bahasa Indonesia yang baik dan benar, yaitu PUEBI. Meskipun kita sedang menuliskan untuk bacaan informal, percakapan informal juga ada standar bakunya. Jangan langsung minder kalau mendengar kata PUEBI. Kita tidak perlu baca kamus yang tebal karena sekarang ada versi daringnya.

5. Perhatikan kesesuaian ide utama dan ide penunjang

Sebuah paragraf akan menjadi nyaman dibaca dan mudah dimengerti ketika ide utama dan ide penunjang sesuai. Cara paling mudah adalah dengan menemukan ide pokonya terlebih dahulu kemudian menemukan ide penunjangnya. Kita pun bisa langsung menilai apakah ide penunjangnya sudah selaras dengan ide utamanya atau belum. Jika menemukannya, langsung tandai kalimat tersebut untuk kita sunting kemudian.

6. Memastikan tulisan bebas dari SARA, ujaran kebencian, dan plagiarisme

SARA, ujaran kebencian, dan plagiarisme adalah hal-hal yang patut dihindari agar tulisan kita bisa lebih mudah dipublikasi. Tulisan yang mengandung unsur-unsur tersebut akan menuai kontroversi yang kemungkinan besar tidak kita inginkan. Karena itu, segera sunting jika menemukan kalimat berbau SARA, ujaran kebencian, dan plagiarisme.

7. Meminta bantuan teman untuk membaca tulisan kita

Jika kamu masih ragu untuk memeriksa sendiri tulisanmu, coba mintalah temanmu untuk membantu mengoreksinya sebelum dibaca oleh editor. Pasti ada teman kita yang teliti dan jago menulis. Dengan begitu, kita juga bisa mendapatkan perspektif dari mereka yang mungkin tidak terpikirkan saat kita swasunting tulisan kita.

Mulai Tulis Naskah Novel Pertamamu di GWP, Yuk!

Bingung mau memulai dari mana? Nggak perlu overthinking! Sekarang ini ada banyak online platform yang bisa kamu pakai untuk menulis naskahmu, salah satunya adalah Gramedia Writing Project (GWP).

GWP adalah platform menulis secara online yang didukung oleh 7 penerbit Gramedia. Para penerbit secara rutin akan mencari karya-karya yang akan mereka terbitkan. Ini akan menjadi kesempatan kamu untuk menerbitkan karyamu menjadi novel, lho!

Yang menariknya lagi, GWP saat ini sedang menyelenggarakan The Writer’s Show (TWS), sebuah kompetisi menulis naskah novel di platform gwp.id. Peserta yang lolos akan berkesempatan untuk mendapatkan pelatihan langsung dari penerbit Gramedia dan pemenangnya akan berkesempatan untuk menerbitkan novelnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.