Kata siapa novel hanya tentang cerita cinta? Ada juga novel yang menceritakan serunya dan hangatnya pertemanan atau persahabatan. Sahabat selalu menyemangati di saat kita sedang sedih, ikut berbahagia ketika kita sedang senang, dan menjadi saksi kisah hidup kita.

Seperti halnya kisah cinta, cerita persahabatan pun tidak selamanya mulus. Terkadang kita bertengkar dengan teman tentang hal-hal sepele, seperti adu mulut karena berbeda opini tentang pandangan masing-masing. Nggak jarang, kita juga bertengkar hebat karena masalah besar, seperti masalah percintaan, merasa dikhianati, ataupun karena dibohongi.

Meski begitu, momen-momen seperti itulah yang mempererat hubungan pertemanan. Kita jadi tahu kelebihan dan kekurangan masing-masing serta belajar untuk mengerti satu sama lain. 

Rekomendasi Novel dengan Tema Pertemanan

Kangen dengan sahabatmu? Ini dia 3 rekomendasi novel bertema persahabatan dari GWP untuk kamu yang ingin nostalgia momen pertemanan di masa-masa remaja!

1. Mimpi Sebesar Gajah – mooseboo

Apa mimpi terbesarmu? Bagi Bening, mimpi terbesarnya adalah menjadi pemain teater profesional. Karenanya, ia aktif di ekstrakurikuler teater di sekolahnya bersama Naga. Berbeda dengan Bening yang suka berada di atas panggung, Naga lebih suka bermain di belakang panggung.

Memiliki mimpi besar tentunya harus memiliki komitmen, usaha, dan dukungan yang besar. Termasuk dukungan dari keluarga. Namun sayangnya, keluarga Bening tidak menyetujui mimpinya tersebut. Ia pun harus membuktikan bahwa ia bisa berhasil meraih mimpi tersebut dan bisa membanggakan keluarga.

Selain masalah keluarga, Bening juga dihadapkan dengan masalah percintaan. Ia diam-diam mengagumi kakak kelasnya bernama Togi. Meskipun pertemuan pertama mereka terbilang memalukan karena sifat ceroboh Bening, mereka akhirnya berkenalan saat mengurusi pensi sekolah.

Sejak itu, mereka semakin intens berinteraksi. Togi yang awalnya cuek dan dingin akhirnya mulai merasakan hal yang sama dengan Bening. Di saat hubungan mereka semakin dekat, Bening mendapat kesempatan untuk bisa mewujudkan mimpinya menjadi pemain teater. Ia pun harus memilih antara mimpi dan cinta.

Semangat dan keuletan Bening dalam menggapai cita-citanya bisa menjadi inspirasi bagi para pembaca. Kisah persahabatan dibalut dengan drama percintaan dan keluarga ini juga bisa membuat para pembaca senyum-senyum sendiri akibat tingkah Bening dan teman-temannya yang lucu ala anak SMA.

Perjalanan Bening dalam menggapai mimpinya bisa kamu ikuti di sini.

2. Orbit Tiga Mimpi – Miranda Malonka

Saat sekolah dulu, pasti kamu pernah mendapatkan kelompok belajar yang diatur oleh guru berdasarkan absensi kelas. Hal itu juga yang dialami oleh Alejandro alias Ale, Asterion alias Aster, dan Angkara alias Kara. Namun siapa sangka, pertemuan acak tersebut malah mendekatkan mereka. Tanpa mereka sadari, mereka mempengaruhi satu sama lain.

Mereka bertiga memiliki mimpinya masing-masing. Ale menggemari astronomi dan bercita-cita menjadi astronot, tetapi sayangnya ia tidak jago matematika sehingga sulit baginya untuk memenangkan olimpiade astronomi. Aster adalah vokalis band yang menyukai aliran musik yang mereka bawakan, tetapi akhirnya tersadar bahwa karakter suaranya tidak cocok dengan aliran ini.

Sedangkan Kara, ia menggemari astronomi serta puisi dan fiksi. Ia pun merasa tertantang ketika pihak mading mengharuskannya untuk menulis puisi dengan tema yang sudah ditentukan. Padahal, selama ini ia menulis tentang apa yang ia sukai, yaitu bintang-bintang.

Teman yang baik bukan berarti selalu mendukung. Terkadang, kita perlu untuk ditantang dan diajak berdiskusi tentang keputusan-keputusan yang akan kita ambil. Ketika mereka tahu keputusan kita salah, mereka pun yang pertama menyelamatkan kita dengan berkata tidak.

Selain konflik yang dialami diri mereka dengan mimpi masing-masing, mereka juga dihadapkan dengan konflik keluarga sampai percintaan. Apakah mereka mampu untuk melewati semua tantangan dan meraih mimpi?

Ikuti kisah Ale, Aster, dan Kara yang mengorbit satu sama lain di sini

3. Singapore Begins – Agata Barbara

Tinggal sendiri di negeri orang untuk pertama kalinya biasanya membuat kita takut. Apakah kita bisa bertahan dan nyaman? Apalagi, kalau harus berbagi kamar dengan orang asing. Akibat hasil tes kepribadian, Kanna pun harus mengalami hal ini. Ia dinilai terlalu tertutup sehingga orang tuanya terpaksa mengirimnya ke Singapura dengan harapan ia bisa bersosialisasi.

Meski tinggal di kos-kosan yang dikelola oleh tantenya, ia diperlakukan sama seperti penghuni kos lainnya yang berasal dari berbagai negara, seperti Thailand, Korea Selatan, India, Tiongkok, hingga Amerika Serikat. Ia pun satu kamar dengan Sally Wilfred yang berasal dari California.

Kehidupan awalnya di Singapura cukup sulit. Ia harus bertegur sapa dengan sesama penghuni kos, makan bersama, berbagi kamar mandi, dan kegiatan lainnya yang mengharuskannya bersosialisasi. Tidak hanya itu, ia harus menghadapi cyber-bullying selagi beradaptasi di kampusnya.

Kisah Kanna dan penghuni kos lainnya diceritakan dengan jenaka. Ada-ada saja tingkah unik yang mewarnai dan menghidupi kos-kosan ini. Namun ternyata di balik “kegilaan” mereka, masing-masing memiliki rahasia yang cukup mendalam.

Keseruan Kanna dan teman-temannya bisa kamu baca di sini.

Yuk, Tulis Naskah Novelmu di GWP!

Ingin naskahmu dibaca ribuan orang dan editor-editor Gramedia? Tulis dan unggah naskahmu di GWP! Kamu juga bisa menemukan ribuan cerita dengan berbagai genre dan membacanya secara gratis.

Leave a Reply

Your email address will not be published.