Sama seperti kesehatan fisik, kesehatan mental atau mental health harus kita jaga. Kesehatan mental kita bisa terganggu karena banyak faktor, bisa dari tekanan orang-orang sekitar, trauma akibat kejadian buruk, hingga faktor keturunan.

Namun, kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan mental ini masih kurang. Banyak orang yang menganggap hal ini remeh. Padahal, kondisi mental setiap orang berbeda dan tidak dapat disamaratakan. Jangan jauhkan orang yang memiliki mental illness karena mereka pun manusia biasa yang membutuhkan dukungan dalam hidup.

Selain itu, banyak yang masih menganggap mental illness dengan sakit jiwa. Padahal, penyakit mental pun ada banyak ragam dan tingkatannya. Kita tidak bisa mendiagnosis diri sendiri dan harus oleh ahli kesehatan jiwa. Kesalahan dalam diagnosis akan menyebabkan kesalahan pengobatan dan pada akhirnya bisa berakibat fatal.

Rekomendasi Novel dengan Tema Mental Health

Sekarang ini, banyak novel bertema mental health dan mental illness yang bisa kamu baca. Yuk, tingkatkan kesadaran akan kesehatan mental dengan membaca tiga novel dengan tema mental health versi GWP berikut!

1. Represi – Fakhrisina Amalia

Tanpa kita sadari, sumber mental illness yang kita miliki berasal dari orang-orang terdekat, seperti orangtua, pasangan, hingga lingkungan sekitar. Awalnya, hidup Anna bahagia dengan dikelilingi oleh keluarga yang berkecukupan dan sahabat yang sangat mengerti dirinya.

Semuanya berubah ketika ia bertemu dengan Sky dan berpacaran dengannya. Awalnya Anna sendiri tidak mengerti mengapa bisa menjadi budak cintanya Sky. Sampai-sampai, ia juga menjauhi sahabat-sahabatnya demi Sky. Namun, ternyata Sky tidak sebaik yang ia pikirkan.

Lama-kelamaan, mimpi-mimpi dari masa lalu terus menghantui tidurnya hingga akhirnya Anna memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan menelan racun. Ibu Anna menemukannya tidak sadarkan diri dan langsung membawanya ke rumah sakit. Beruntungnya, nyawa Anna masih bisa diselamatkan.

Karena kejadian tersebut, Anna dibawa ke psikolog bernama Nabila untuk konsultasi dan terapi. Pada beberapa pertemuan pertama, Anna merasa bosan dengan Nabila. Namun, Nabila akhirnya berhasil membuat Anna bebas bercerita tanpa menghakimi sehingga ia tidak berat untuk membagikan kisah kelamnya.

Bagaimana proses penyembuhan Anna? Apakah Anna bisa berdamai dengan masa lalunya dan kembali berkumpul dengan sahabat-sahabatnya? Dan bagaimana hubungan Anna dengan orang tuanya setelah kejadian ini?

Perjuangan Anna dalam mengatasi mental illness bisa kamu baca di sini.

2. The Boy I Knew From YouTube – Suarcani

Insecurity atau perasaan cemas yang membuat kita tidak percaya diri sering kali dialami oleh remaja dan dewasa terkait dengan kondisi tubuh hingga kondisi finansial. Tak jarang, hal ini mempengaruhi mental health kita. Perasaan ini juga dialami oleh Rai, seorang youtuber yang sudah tiga tahun tidak menampilkan kemampuan bernyanyinya di dunia nyata karena tidak nyaman.

Hal itu bermula ketika Rai diminta untuk bernyanyi di perayaan ulang tahun temannya saat SMP. Ia pun tampil energik. Setelahnya, ia mendapati beberapa cowok yang sedang membicarakan bentuk tubuhnya. Rai pun sampai menggunakan baju berukuran lebih besar untuk menutupi bentuk tubuhnya itu.

Meski begitu, kecintaannya dengan menyanyi tidak pudar. Ia tetap bernyanyi meski hanya di dunia maya lewat YouTube, tanpa memperlihatkan wajahnya. Satu hal yang membuat dia tetap berani bernyanyi di dunia maya adalah Pri, pemilik channel Pie Susu, yang suka membuat konten permainan gitar.

Rai terkejut ketika mengetahui ternyata Pri adalah kakak kelasnya saat pertama masuk SMA. Mereka sering berinteraksi di dunia maya tetapi Pri tidak mengetahui identitas asli Rai. Sampai akhirnya Rai terpaksa harus tampil di depan umum bersama Pri yang mengiringi suaranya dengan alunan gitar.

Saat kepercayaan dirinya mulai kembali, Rai dilecehkan. Mulai dari tubuhnya dipegang-pegang oleh tangan-tangan usil hingga tersebar gosip tentang tubuhnya. Tentu, hal ini membuatnya trauma dan semakin tidak percaya diri. Ia pun sampai takut pergi ke sekolah karena hal ini.

Bagaimana Rai bisa bertahan menghadapi segala pelecehan yang ditujukan padanya? Apakah identitas asli Rai akan diketahui oleh Pri?

Ikuti perjalanan Rai menghadapi body shaming dan insecurity di sini

3. Sylvia’s Letters – Miranda Malonka

Kenakalan remaja kerap terjadi di sekitar kita, mulai dari bullying hingga hamil di luar nikah. Sang korban dari kenakalan ini pun bisa mengalami trauma yang mempengaruhi kesehatan mentalnya. Hal tersebut terjadi pada Sylvi dan orang-orang di sekitarnya.

Sylvi adalah seorang gadis SMA yang memiliki pemikiran lebih dewasa dan kritis dari remaja seusianya. Ia bersahabat dengan Andy yang gila senioritas dan Lyla yang mencoba untuk mandiri secara finansial. Di tempat les menggambar, ia juga bersahabat dengan Scarlet.

Mereka semua memiliki rahasia dan masalah berat yang mempengaruhi kesehatan mental mereka. Sylvi yang ingin kurus sampai terkena bulimia. Scarlet yang depresi karena adiknya hamil di luar nikah. Dan masalah-masalah lainnya.

Seperti remaja pada umumnya, Sylvi jatuh cinta kepada temannya di sekolah bernama Anggara. Ia selalu menulis surat untuk Anggara sejak pertama jatuh cinta padanya, tetapi tidak pernah ia kirimkan. Seperti layaknya buku harian, surat tersebut ia simpan sendiri meski ditujukan kepada Anggara.

Suatu ketika, Sylvi dan Anggara akhirnya berkenalan dan lama-kelamaan mereka menjadi dekat. Kesamaan pemikiran dan kesukaan membuat mereka seakan tak terpisahkan. Tetapi ketika mereka harus terpisahkan, Sylvi pun kehilangan arah.

Bagaimana kelanjutan kisah Sylvi dan kawan-kawan dalam menghadapi masalah berat yang menjatuhkan mental mereka? Simak ceritanya di sini.

Yuk, Tulis Naskah Novelmu di GWP!

Ingin naskahmu dibaca ribuan orang dan editor-editor Gramedia? Tulis dan unggah naskahmu di GWP! Kamu juga bisa menemukan ribuan cerita dengan berbagai genre dan membacanya secara gratis.

Leave a Reply

Your email address will not be published.