@Annisa Ardiani, Rekata 2021

Pernahkah kamu membaca novel yang sangat relevan dengan kehidupan kamu? Seperti kisah percintaan, kehidupan di sekolah dan di kantor, ataupun cerita tentang keluarga. Cerita fiksi yang seperti ini disebut dengan reality fiction atau biasa juga dikenal dengan contemporary fiction.

Definisi Reality Fiction

Reality fiction adalah sebuah genre cerita yang mengisahkan kejadian-kejadian karangan atau fiksi yang bisa saja benar-benar dialami seseorang dalam sebuah keadaan, tempat, dan waktu yang nyata. Tidak heran, kamu akan merasa sangat relate ketika membaca cerita jenis ini.

Cerita reality fiction memiliki plot yang menyoroti kejadian dan masalah sosial atau pribadi yang mencerminkan kehidupan sehari-hari kita dan lingkungan sekitar kita, seperti percintaan, pertemanan, keluarga, kesehatan, dunia pekerjaan, religi, dan isu sosial yang lainnya.

Ciri-ciri Novel Reality Fiction

Ingin menulis novel dengan genre ini? Berikut adalah ciri-ciri novel reality fiction yang perlu kamu perhatikan sebelum memulai menulis naskahnya:

1. Mengangkat kisah sehari-hari yang terjadi di masa sekarang atau di masa lampau, bukan di masa depan ataupun di zaman purba yang tidak bisa dibayangkan secara jelas oleh pembaca

2. Karakter cerita tinggal di tempat yang nyata atau bisa jadi nyata, selama masih masuk akal

3. Karakter cerita merupakan manusia yang berperilaku dan berbicara seperti orang sungguhan dan menghadapi masalah nyata yang diatasi dengan cara yang realistis

4. Masalah yang dihadapi realistis dan terjadi pada kehidupan sehari-hari yang terjadi pada diri sendiri, keluarga, lingkungan masyarakat, maupun alam

5. Mengangkat tema tentang dunia nyata dalam perspektif penulis yang ingin dimengerti oleh pembaca, misalkan perspektif seorang ibu yang mempunyai peran sebagai wanita karier dalam dunia pekerjaan

Kisah yang mengangkat cerita fantasi, hantu atau makhluk halus, mitologi, sihir, pahlawan super, dan science fiction tidak termasuk dalam reality fiction. Novel “Harry Potter” karya JK Rowling, “Twilight” karya Stephenie Meyer, dan “Bumi” karya Tere Liye adalah contoh-contoh novel yang bukan termasuk reality fiction.

Jika memilih tema percintaan, ada banyak hal yang bisa kamu kulik. Percintaan tidak hanya selalu soal jatuh cinta, tetapi juga tentang patah hati, pernikahan, hingga perceraian. Tema ini pun bisa merambah ke permasalahan keluarga dan dunia pekerjaan.

Sedangkan jika kamu memilih tema pertemanan dalam lingkup usia anak sekolahan, kamu bisa bercerita tentang pengalaman masuk ke sekolah baru, kasus bullying, kenakalan remaja, hingga permasalahan akademis, seperti ujian sekolah.

Rekomendasi Novel Reality Fiction

Contoh novel reality fiction adalah “Fairish” karya Esti Kinasih yang mengangkat kisah percintaan dua remaja dengan ditambah masalah persabahatan dan keluarga. Cerita ini dikisahkan dengan memasukkan unsur humor yang mengundang gelak tawa pembaca.

“A untuk Amanda” karya Annisa Ihsani bisa jadi referensi untuk kamu yang ingin menulis novel bertema mental health. Amanda yang merupakan seorang siswi SMA mengalami depresi karena ia merasa tidak pantas mendapatkan nilai A. Ia menganggap semua itu bohong sampai perilakunya menjadi berubah pasif di kelas.

Jika ingin mengangkat tema pernikahan, kamu bisa menjadikan “Surprise Me” karya Sophie Kinsella sebagai referensi. Novel ini menceritakan kisah pasangan yang sudah 10 tahun menikah dan usaha mereka dalam mempertahankan pernikahan mereka melalui kejutan-kejutan kecil.

Tuliskan Naskah Novelmu di Gramedia Writing Project!

Sudah mendapatkan inspirasi untuk menulis novel reality fiction? Langsung tuliskan naskahmu di GWP! Naskahmu akan dibaca oleh ribuan pengguna GWP. Serunya lagi, naskahmu juga bisa dibaca oleh editor Gramedia dan berkesempatan untuk diterbitkan, lho!

Leave a Reply

Your email address will not be published.